Kehidupan dalam pesantren sangat bertolak
belakang dengan apa yang didapatkan dilluar sehingga membuat para santri yang
baru membangun pola pikir yang baru bahkan lupa dengan cara berfikir dan gaya
kehidupan yang ia ketahui di pesantren asalnya, CSS MORA adalah salah satu dari
berbagai organisasi yang adalah di Indonesia yang mengatur dan membimbing para
santri untuk kembali mengingat dan menyadarkan bahwa seorang santri sangat
berperan penting dalam kehidupan.
Perang dalam diri santri sedang bergejolak
baik itu fisik dan non fisik dari fisiknya seorang santri akan berbaur dengan
masyarakat disekitarnya agar tidak dikatakan ketinggalan zaman sedangakan
secara non fisiknya para santri telah melupakan kebiasaan yang telah ia
dapatkan dari pesanntren baik itu disiplin bahkan rasa hormat terhadap para
guru sehingga yang muncul hanya idealisme diri sendiri bahakan ia tetap
mempertahankan idealismenya walau tanpa ada dasara yang jelas, inilah kelemahan
yang harus dibenahi dalam kenyataan yang ada.
Langkah-langkah yang harus dimulai adalah dari
pengembangan jati diri sehingga seorang santri tahu siapa dan untuk apa dia ?,
sehingga ia dapat mengoptimalkan apa yang ia ketauhi dan merelisasikannya
dengan masyarakat khususnya kepada pesantren di mana ia sekolah pertama
kalinya, sedangkan yang kedua adalah membangun mental dalam menghadapi kehidupan
yang nyata ini, karena selama kita berada di pesantren kita hanya mengetahui
apa yang ada di dalam pesantren tersebut padalah apa yang ada di luar sangat
bertolak belakang dengan apa yang kita dapatkan di pesantren bahakan itu dapat
menyebabkan kehancuran secara perlahan danb kebanyakan para santri tidak
merasakan akan hal tersebut, padalah akibat dari jatuhnya mental ini dapat
mengakibatkan danpak yang sagat besar ketika seorang santri tersebut ingin
masuk kedalam lingkarang masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semua yang ada di blog ini hanya sebuah ungkapan dari apa yang terjadi di dunia sekarang ini