Barisan menjadi sebuah gambaran dalam pasukan,
begitu juga kepatuhan harus menjadi sebuah keharusan dalam membentuk sebuah
barisan yang kokoh dan solid, sebelum menunaikan sahlat seorang imam akan
menyuruh ma’um yang berada dibelakangnya meluruskan shaf dan merapakannya,
seperti yang kita tahu bahwa shad yang kosong akan di tempati setan dan begitu
juga barisan yang kosong akan mempermudah seorang musuh masuk dan membunuh
pemimpin dalam barisan tersebut, shalat menjadikan muslim patuh dan tunduk
dalam satu perintah dan ini menggambarkan sebuah kekokohan ummat muslim di
manapun ia berada, seorang imam menjadi pemimpin dalam barisan ketika ia rukuk
semua ma’mun mengikuti rukuk hingga salam terakhir sehingga akan membentuk ummat yang solid,
dalam shalat jabatan menjadi sebuah lambang bukan mejadi sebuah derajat manusia
tersebut walaupun ia seorang jendral hingga presiden sekalipun ketika ia
telambat datang maka ia akan berada pada saf yang belakang sehingga shalat
menjadikan semua manusia harus membangun jiwa solidaritas antara manusia karena
dengan ini kita tahu bahwa apa yang kita dapatkan di dunia tidak berarti apapun
dalam menjadikan seorang itu baik dihadapan Allah Swt.