Minggu, 24 Juni 2012

GAYA BAHASA DALAM PENULISAN IKLAN DI MEDIA MASSA KOMPAS DAN JAWA POS


GAYA BAHASA DALAM PENULISAN IKLAN DI MEDIA MASSA
KOMPAS DAN JAWA POS

Karya tulis ilmiah ini di ajukan sebagai memenuhi tugas
Logo IAIN SA putih.JPGBahasa Indonesia







Oleh:
Nama                      : Azmal Fakhri Hasibuan
Nim                         : C51211163
Kelas                       : AS-E

Dosen:
Siti Rumilah M. Pd.

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
JURUSAN AHWAL AS-SYAKHSIYAH
FAKULTAS SYARIAH
SURABAYA
2011
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... 2
Bab I. Pendahuluan
A.    Latar Belakang.......................................................................................3
B.     Identifikasi masalah.............................................................................. 3
C.     Pembatasan masalah...............................................................................4
D.    Perumusan Masalah................................................................................4
E.     Tujuan penulisan.....................................................................................4
F.      Metode penulisan...................................................................................4
Bab II. Pembahasan
A.    Pengertian Iklan
1.      Pengertian Umum......................................................................5
2.      Pengertian Khusus.....................................................................6
B.     Sejarah iklan di media massa.................................................................8
C.     Syarat-syarat iklan.................................................................................11
D.    Pembagian Iklan....................................................................................15
E.     Contoh-contoh iklan..............................................................................19
Bab III. Kesimpulan................................................................................................23
Daftar Pustaka.........................................................................................................25


                                                                                                                                                       



KATA PENGANTAR
            Segala puji bagi tuhan semesta alam yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik dan tepat pada waktunya, tujuan dibuatnya karya tulis ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia pada semester genap tahun ajaran 2011-2012 dengan judul Gaya Bahasa Dalam Penulisan Iklan di Media Massa Kompas dan Jawa Pos, dengan adanya penulisan ini diharapkan kepada saya untuk lebih memahami sistematika penulisan iklan dan gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan iklan yang dimuat di kedua media massa tersebut.
            Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini memberikan banyak nilai-nilai yang berharga serta pelajaran yang tidak didapatkan di kampus dan segala penelitian memberikan tanggung jawab yang besar dalam mempertahankan tulisan saya ini, dari berbagai referensi dan media massa akhirnya saya memilih untuk meneliti kedua koran ini yaitu koran Kompas dan Jawa Pos karena kedua koran ini yang sangat banyak diminati dan dibaca oleh masyarakat di sekitar Wonocolo hingga anak mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya bahkan di siap warung menyediakan kedua koran tersebut, hal inilah yang menimbulkan kepada saya satu pertanyaan besar apakah koran yang dibaca tersebut telah mengikuti aturan ejaan yang disempurnakan atau hanya tulisan berita yang menggambarkan keadaan.
            Akan tetapi dalam karya tulis ilmiah ini saya lebih fokus kepada penulisan iklan yang dimuat di kedua koran tersebut bukan terhadap tulisan beritanya atau yang lainnya, dan ini dikarenakan banyak iklan yang dimuat di kedua koran tersebut akan tetapi banyak juga tulisan yang membingungkan pembaca dan sulit untuk dipahami dan gaya bahasa yang kurang menarik perhatian para pembaca.



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Semakin pesatnya perkembangan media informasi menjadi gejala yang besar bagi masyarakat dikarenakan semakin cepatnya info-info yang baru di dunia dapat di akses dalam beberapa menit di manapun kita berada, akan tetapi perkembangan tersebut tidak dibarengi dengan aturan-aturan penulisan yang benar sehingga tulisan yang dimuat baik itu di televisi, radio bahkan di surat kabar sekalipun sebagai wadah yang bercorakkan formal terkadang tidak menggunakan ejaan yang disempurnakan EYD, contohnya saja banyak iklan yang hanya menggunakan gambar bahkan tulisannya hanya “ Ayoooo .............buruan” Atau “ Bergabung dengan kami “ Dan banyak contoh yang lainnya semua tulisan itu hanya digunakan dalam percakapan akan tetapi di media massa sekarang telah di muat sehingga menimbulkan pertanyaan yang banyak sekali apakah penulisan tersebut sesuai dengan unsur-unsur iklan tersebut atau bukan.
Gaya bahasa pada iklan yang dimuat banyak yang tidak memikat para pembaca sehingga iklan tersebut hanya menjadi iklan yang gagal dan tidak memberikan sama sekali rasa bahkan ada iklan yang menggunakan bahasa yang baku akan tetapi tidak pandai meletakkannya sehingga gaya bahasanya menjadi rancu bahakan tidak dapat dipahami.
B.     Identifikasi Masalah
Banyaknya iklan dan variasinya memberikan peluang dalam penyerapan bahasa asing atau tata cara penulisan yang semakin longgar bahakan bahasanya banyak menggunakan bahasa sehari-hari dan itu akan mengakibatkan kesalahan dalam pemahaman iklan.

C.     Pembatasan masalah
Pembahasa karya tulis ilmiah ini hanya mengupas hal yang berkaitan dengan iklan yang dimuat di media massa Kompas dan Jawa Pos baik itu secara sistematika penulisannya dan gaya bahasanya sedangkan penulisan berita dan lainnya tidak termasuk pembahasan karya tulis ilmiah ini.
D.    Perumusan Masalah
1.      Apa yang disebut dengan iklan ?
2.      Bagaimana perkembangan dunia iklan ?
3.      Berapa unsur-unsur yang membangun sebuah iklan ?
4.      Berapa banyak pembagian iklan di dalam kedua media massa ini ?
E.     Tujuan penulisan
1.      Mengetahui apa yang disebut dengan iklan
2.      Mengetahui bagaimana perkembangan dunia iklan
3.      Mengetahui berapa unsur-unsur yang membangun sebuah iklan
4.      Mengetahui pembagian iklan di dalam kedua media massa ini
F.      Metode penulisan
Dalam penulisan ini saya menggunakan dua metode yaitu metode pusaka dan analisis atau penelitian antara dua koran tersebut yaitu koran Kompas dan Jawa Pos.







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
1.      Pengertian umum
Di  zaman  yang  dewasa  ini  banyak  media  informasi  yang  menjadi  wadah  berita  dan  info-info  lainnya  dan  kebanyakan  masyarakat  mendapatkan info  tersebut  melalu  media  cetak  baik  itu  koran,  buletin  atau  majalah  dari  sinilah  masyarakat  mengetahui  perkembangan  sebuah  produk  atau  hal  apapun  itu  yang  masih  baru  didengar  dan  itu  semua  dimuat  di  koran  berbentuk  tulisan  kolom  ataupun  yang  sering  kita  sebut  dengan  iklan  begitu  juga  dari  koran  kita  dapat  mengetahui  kualitas  satu  barang  tersebut  bagus  atau  tidaknya  dari  iklan  begitu  juga  kita  mengetahui  adanya  produk-produk  yang  baru  yang  sekarang  menjadi  kebutuhan  masyarakat  masa  kini  dan  semua  itu  dapat  diketahui  masyarakat  dari  iklan,  selain  dari  media  massa  iklan  juga  dapat  diketahui  masyarakat  dari  siaran  radio  dan  televisi  ataupun  internet  yang  dapat  diakses   di  mana  saja  dan  banyaknya  iklan  akan  satu  barang  dapat  menjadi  daya  tarik  terhadap  masyarakat  untuk  memiliki  barang  tersebut  ini  adalah  cara  mempromosikan  barang  dengan  gaya  bahasa  yang  mempengaruhi  kualitas  barang  tersebut.
Dapat  disimpulkan  bahwasanya  iklan  sebagai  wadah  yang  mempromosikan  satu  barang  atau  hal  apapun  itu  yang  baru  dan  terkait  sebuah  acara  di  depan  umum,  guna  diketahui  masyarakat  umum  akan  kualitas  barang  tersebut  baik  itu  dengan  melalui  media  siaran  ataupun  media  cetak,  contohnya  barang  yang  sekarang  menjadi  kesukaan  masyarakat  yaitu  iklan  hp  Cross  dengan  iklan  sekarang  barang  ini  sedang  berada  di  puncak  kesuksesannya  mereka  menggunakan  iklan  dari  televisi  dan  media  massa  yang  menguasai  Indonesia,  sehingga  masyarakat  hanya  melihat  hp  Cross  bukan  yang  lain  dan  itu  juga  salah  satu  trik  menarik  perhatian  konsumen  terhadap  barang  tersebut.
2.      Pengertian  khusus
Dalam  pengertian  ini  iklan  adalah  salah satu  wadah  Informasi  yang  mengenalkan  kepada  semua  masyarakat  hal  yang  baru  bagi  publik  yang  dan  belum ada sebelumnya, akan tetapi iklan bisa juga menjadi tempat mengenalkan atau mempromosikan barang dagangan atau hal yang dipromosikan, dalam RUU dan UU penyiaran pasal 33 ayat 1 iklan mendapatkan sorotan yang sangat besar dari pemerintah, begitu juga iklan yang bagi menjadi dua bentuk yaitu iklan yang berbentuk niaga dan iklan layanan masyarakat, dua iklan ini terdapat di dalam RUU yang telah di tetapkan pemerintah, sebuah iklan juga harus disiarkan oleh lembaga siaran yang mengikuti RUU pasal 3 ayat 7 yang mana dalam pasal ini lembaga tersebut harus menyiarkan iklan yang bertemakan masyarakat, [1] begitu juga persyaratan yang  ada di dalam sebuah iklan seperti tidak diperbolehkan adanya tulisan yang membingungkan pembaca dan pendengar karena bahasa yang digunakan adalah bahasa baku bukan bahasa yang ambigu karena sebuah iklan di promosikan dengan dua cara yaitu dengan cara tulisan dan cara pengumuman disiarkan yang ada baik itu televisi ataupun radio sehingga seorang penyiar harus cekatan dan pandai menggunakan bahasa yang menarik guna menarik perhatian para pembaca atau pendengar sehingga barang yang di iklankan dapat perhatian besar.
Iklan ada juga yang mengatakan bahwasanya iklan terbagi dua yaitu iklan yang tertulis dan iklan yang berbentuk reklame, iklan yang berbentuk tulisan yang mempromosikan produk yang mencakup sebuah maklumat baik itu tujuan perdagangan atau hanya sekedar pengumuman-pengumuman lainnya, seperti undangan rapat, ucapan belasungkawa orang hilang dan banyak lagi, sedangkan yang kedua adalah iklan yang berbentuk reklame yaitu iklan yang bertujuan khusus dalam periklanan perniagaan yang akan mencakup segala perdagangan yang disiarkan dalam media siaran.[2]
Di dalam media masa sebuah iklan dihargai dengan puluhan hingga miliaran juga rupiah sehingga semakin banyaknya tulisan dan gambar akan menambah biayai dalam menerbitkan koran tersebut, kebanyakan iklan baik itu di media massa Kompas lebih banyak menggunakan bahasa yang simpel dan mudah dimengerti, akan tetapi ada sebagian media massa yang membuat iklan barang dalam jumlah kalimat yang banyak dan gambar yang besar guna mempromosikan barang yang ia miliki, seperti yang kita lihat belakangan ini di media massa Jawa Pos memberikan iklan bagi Mobile Phone Cross seperempat dari halaman yang ada dan secara otomatis akan timbul baik itu hal yang negatif dan positif dalam pandangan masyarakat, dalam pandangan orang yang mengerti akan bisnis ia akan mendapatkan untung yang banyak dari apa yang ia iklankan baik itu di media massa dan pusat siaran menggunakan bahasa yang berlebih-lebihan atau hiperbola sehingga barang yang di iklankan terlihat bagus dan sangat di butuhkan, itu adalah salah satu dari berbagai cara memikat pembaca dari bahasa.
Jadi yang disebut dengan iklan secara umum adalah salah satu wadah yang mempromosikan barang atau hal apapun itu yang berkaitan dengan jual beli dengan bahasa yang baku dan menarik perhatian pembaca dan pendengar, sehingga sebuah iklan yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan tetapi iklan tersebut tidak memikat para pembaca maka iklan tersebut dikatakan sebagai iklan yang gagal.
Sedangkan penulisan iklan yang dimuat di media massa Kompas dan Jawa Pos lebih kepada periklanan barang niaga dan hal-hal yang baru yang akan diselenggarakan dalam waktu yang sangat dekat ada juga ucapan bela sungkawa yang biasanya hanya kita lihat di jalan-jalan di media massa sendiri dimuat, perbedaannya iklan di massa dengan iklan yang ada di jalan-jalan adalah tempat muat dan sasarannya yang sudah jelas karena setiap pembaca koran tersebut menjadi sasarannya. 
B.     Sejarah iklan di media massa
Sistem periklanan telah beredar kurang lebih 3000 tahun yang lalu yang ditemukan pertama kalinya pada zaman Mesopotamia dan Babilonia Liliwenia yang dilukiskan pada tiang-tiang forum di negara Roma, bangsa Mesopotamia dan Babilonia juga dikenal sebagai bangsa modern yang tumbuh dengan cepatnya dari bangsa-bangsa yang lainnya mereka menyewa perahu-perahu untuk pergi berdagang ke bangsa-bangsa mempromosikan barang-barangnya sehingga banyak yang tertarik dengan produk baru mereka dengan cara memasukkannya ke pasar-pasar dan cara inilah yang menjadi dasar dalam penulisan sebuah iklan yaitu sebuah daya tarik dengan menggunakan bahasa yang indah dan santun.
Sedangkan pada zaman Yunani dan Romawi kebiasaan berdagang Door to door sangat populer dan ini di gunakan sebagai kepentingan perdagangan dunia Lost dan Found ( Kasali, 1995 : 2 ), dengan perkembangan yang sangat cepat di dalam dunia perdagangan iklan sebagai wadah yang sangat diperlukan dalam meluaskan jaringan perdagangan yang ada pada saat itu hingga akhirnya iklan berkembang dari omongan menjadi relief-relief yang diukir di dinding-dinding bangunan yang ada dan ini di buktikan ditemukannya puing-puing Herculaneum yaitu adanya gambar-gambar yang terukir di atasnya seperti adanya penyelenggaraan sebuah pesta dan pertarungan gladiator dan pada zaman Romawi kuno toko-toko besar mengukir simbol-simbol di dinding-dindingnya sebagai media iklan kepada masyarakat pada saat itu juga hingga akhirnya pada tahun 1455 terlahirlah sebuah media massa seperti surat kabar mingguan  yang digunakan sebagai kepentingan komersial.
Kemajuan umum iklan terjadi sejak upaya reduksi dan abolisi diberlakukan kepada periklanan pada tahun 1712 dalam sebuah ketetapan umum di Inggris dan ini menjadi peluang sangat besar dalam perkembangan periklanan di dunia dalam persuratkabaran setelah perperangan Napoleon perkembangan periklanan juga dapat kita lihat dengan naiknya harga pajak dalam periklanan dari tahun, perkembangan pajak di Inggris tahun 1833 telah mencapai $877.972 dalam waktu yang sangat relatif singkat harga pajak tersebut meningkat mencapai angka $ 1.491.991 pada tahun 1853 begitu juga periklanan adalah bidang yang terbuka bagi persaingan, legitimasi dan pertanggungjawaban persaingan berpeluang besar selama perdagangan bebas saat ini, sedangkan di Amerika serikat sendiri perikalan berkembang pada abad 18 dalam surat kabar Boston Newsletter pada tahuan 1704, perkembangan berikutnya pada tahun1880 iklan di tampilkan dalam bentuk poster.[3]
Perkembangan yang sangat pesat tersebut memberikan wacana baru bagi masyarakat dalam dunia bisnis sehingga cepatnya sehingga dan peluasan iklan dari negara satu hingga negara lainnya berkembang dengan subur begitu juga iklan yang dimulai pada abad delapan belas tersebut menjadi puncak periklanan dalam perkembangan yang dimuat di media massa dan dikembangkan dalam bentuk poster, spanduk dan banyak lagi sedangkan penulisan yang ada di media massa awalnya tidak menggunakan gambar dan hanya memuat beberapa baris hingga saat ini menjadi kolom bahkan menggunakan gambar sebagai tambahan pemahaman masyarakat terhadap iklan tersebut.
Di Indonesia iklan dikenal sejak surat kabar beredar pertama kali di Indonesia lebih kurang 100 tahun yang lalu dan ini dibuktikan para peneliti komunikasi dan pada saat itu iklan disebut dengan nama  ‘Pemberitahoewan’ dan iklan pertama kali terbit di surat kabar ‘Tjahaja Sijang’ yang terbit di Manado pada sejak tahun 1869 dan surat kabar ‘De Locomotief’ yang beredar di Paris dan Amsterdam, awalnya iklan tersebut dimuat atas nama pribadi bukan perusahaan dan lebih menyerupai sebuah iklan baris hingga akhirnya pada tanggal 1 Maret 1963 iklan disiarkan dalam televisi.
Perkembangan dunia iklan di Indonesia mengikuti perkembangan zaman dunia dari iklan yang dimuat dalam surat kabar, radio hingga televisi dari iklan yang berbentuk tulisan tanpa gambar hingga bener yang bergambar dan digunakan sebagai spanduk di setiap acara hingga akhirnya dunia periklanan tidak bisa dibatasi dengan pesatnya perkembangan media informasi, kebiasaan masyarakat yang menggunakan Internet sebagai media informasi dan mediasi iklan yang sangat cepat dari pada surat kabar.
Kini banyak mediasi massa yang mengembangkan bentuk iklan yang semakin berkembang pesat, sehingga terbentuklah beberapa media massa yang menjadi wadah atau tempat periklanan yang kerap kali sebagai media bisnis yang menggiurkan dalam periklanan tersebut hingga info dan wacana yang beredar di dunia dapat di akses dengan cepat tanpa adanya penghubung yang selalu memfilternya semua info dan iklan menjadi transparan tidak ada dinding yang menjadi penyekat, media informasi tersebut bisa kita kotakkan menjadi kurang lebih ada lima macam yaitu :
1.      Media Cetak, dari surat kabar harian dan majalah sampai pada mingguan dan pamflet yang berisi informasi tentang pusat-pusat pembelanjaan.
2.      Broadcast, dari stasiun TV baik itu nasional, lokal, komersial maupun umum berbagai macam stasiun radio serta melalui perkembangan teknologi, sampai pada media baru yang pada hakikatnya menggabungkan percetakan dan penyiaran.
3.       Media luar rumah dan ini sering sekali digunakan si kalangan masyarakat umum seperti iklan yang berbentuk poster, pameran dan kartu-kartu transit.
4.      Kartu pos khusus yang selalu digunakan di dalam setiap acara khusus guna mencapai audiensi tertentu.
5.      Informasi grafis dalam menghitung naik turunnya setiap kegiatan yang ada di dalam sebuah instansi dan digambarkan dalam bentuk grafik.

C.     Syarat-syarat iklan
Di dalam media massa kompas terkhususnya menggunakan bahasa yang baku dan simpel sehingga para pembaca mudah mengerti makna iklan tersebut dan gambar yang sedikit sehingga tidak memberi kesan bahwasanya iklan tersebut memiliki daya tarik dari tulisannya bukan gambarnya akan tetapi akibatnya iklan tersebut akan kelihatan monoton dan terlihat berat karena semua dengan tulisan sedangkan gambarnya hanya sedikit, sedangkan di media massa Jawa Pos sendiri kita dapat melihat perbandingannya bahwa iklan yang dimuat menggunakan bahasa fleksibel dan mudah dipahami masyarakat baik itu bahasanya sedangkan di dalam sebuah iklan banyak unsur-unsur yang harus di perhatikan sebuah media massa dalam mempromosikan satu barang sehingga nilai-nilai iklan tersebut tidak hilang dan menjadi iklan yang benar dan unsur-unsur iklan tersebut ialah :
Secara garis besar dapat kita ketahui di dalam sebuah iklan bahwa unsur-unsurnya ada delapan :
1.      Adanya produk yang ditawarkan
2.      Sasaran yang jelas
3.      Adanya penanggung jawab yang jelas
4.      Bahasa yang digunakan harus menarik
5.      Ada batas berlaku
6.      Adanya slogan produk
7.      Adanya logo dan nama perusahaan
8.      Foto produk[4]
Iklan yang menawarkan sebuah produk yang baru di dalam media massa sangat digemari dan sehingga media massa seperti Kompas dan Jawa Pos tidak akan ketinggalan dengan sebuah iklan yang baru dari masyarakat, iklan penawaran produk juga sangat digemari dari pada iklan yang berbentuk undangan dan perlu diperhatikan sebuah produk iklan yang laris akan adalah produk yang dibutuhkan dikalangnya masyarakat bukan hanya sebuah perkenalan begitu juga sasaran yang dituju sebuah iklan harus jelas jika iklan tersebut dibuat di media massa sudah berarti sasarannya adalah masyarakat dan itu hanya kepada masyarakat yang membacanya sedangkan iklan yang menggunakan media siaran sudah pasti sasarannya adalah para pendengar siaran tersebut dan bahasa yang digunakan dalam siaran biasanya sangat panjang dan terlalu berlebih-lebihan guna meninggikan kualitas barang yang diiklankan begitu juga iklan tidak seenaknya ditampikan di muka umum tanpa adanya prosedur yang jelas dan bertanggung jawab contohnya iklan sepeda Motor Karisma diiklankan di media massa Kompas berarti pihak yang bertanggung jawab setelah diterbitkannya iklan tersebut adalah Kompas dan perusahaan Karisma tersebut hanya menjadi penanggung jawab kualitas barangnya, sedangkan iklan yang disiarkan di televisi sudah pasti sasarannya adalah semua pendegar dan penonton iklan tersebut bagai manapun dalam penataan bahasa harus diperhatikan sasaran dan susunan per-kata dan bahasanya.
Waktu juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia periklanan contohnya iklan yang dimuat di televisi hanya memakan waktu beberapa detik dan itu menjadi batasan waktu sehingga tidak membuat penonton bosan, di dalam media massa sendiri periklanan juga memiliki batas waktu dalam satu hari sedangkan di hari berikutnya iklan yang dimuat akan berubah bukan iklan yang dimuat di hari sebelumnya karena itu akan mempengaruhi hasil jual suaru produk sedangkan iklan yang dimuat menjadi sebuah spanduk juga memiliki batasan waktu yaitu tanggal kegiatan tersebut contohnya  ada sebuah iklan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ujian yang dimuat dalam spanduk anak bidik misi ( AMBISI ) yang ada di jalan masuk IAIN Sunan Ampel yang diadakan mulai tanggal 13-15 Juni 2012 maka setelah tanggal tersebut iklan tidak akan dimuat karena tanggal tersebut menjadi pembatas iklan.
Slogan produk menjadi daya tarik yang khusus bagi pendengar contohnya “ Suzuki yang lain pasti ketinggalan”, ini adalah slogan yang mengkhususkan iklan tersebut sehingga dalam penulisan iklan slogan menjadi hal yang amat penting yang tidak bisa dihilangkan, sedangkan logo dan nama perusahaan menjadi penjelas iklan tersebut sehingga pembaca tidak salah memahami bahwa iklan tersebut di bawah instansi Yamaha misalnya dan satu hal yang amat penting dalam memikat daya tarik pembaca adalah foto produk itu sendiri contohnya iklan Mobile Phone Cross yang ditulis dalam bentuk tulisan tanpa gambar sama sekali tidak akan memberikan ketertarikan kepada para pembaca yang dan iklan tersebut akan kalah dengan iklan yang lain dan iklan yang tidak memiliki sama sekali daya tarik akan menjadi iklan yang gagal.   
Media massa yang menggunakan minimal delapan hal tersebut seperti Jawa pos lebih menarik dari iklan yang ada di media massa Kompas yang menggunakan bahasa dalam sebuah iklan sedangkan gambar sangat minim sekali, jika dilihat dari sudut penulisan dan kebahasaannya ada media massa Kompas dan Jawa pos memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu dalam memikat pembaca untuk memberikan hal yang positif terhadap iklan tersebut.
Akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwasanya pembagian unsur-unsur yang sangat penting pada saat kita ingin menulis sebuah iklan ada enam[5] yaitu :
1.      Kemasan, di setiap iklan harus menggunakan kemasan yang baik dan sengat produktif sehingga menjadi indah dan menarik contohnya kita menghubungkan makanan Mie sedap dengan gambar ayam yang sudah siap saji, padahal kalau kita lihat ayam tersebut hanya tinggal daging dan kulitnya sehingga dapat diartikan bahwa mie tersebut telah siap saji dalam waktu yang relatif sangat singkat, begitu  juga pemberian namanya sangat mempengaruhi iklan tersebut “Mie Sedap Instan” Memberikan daya tarik sangat besar dari pada iklan mie lainnya.
2.      Slogan, seperti yang sudah dijelaskan di atas penulisan slogan dalam sebuah iklan menjadi hal yang memberikan kekuatan pemikat yang sangat besar dari pada iklan yang sama sekali tidak menggunakan slogan dan slogan tersebut harus menggunakan kata-kata yang sangat nyata bukan di luar pikiran contohnya “ Anda tidak akan kelihatan tua, bahkan anda akan tapak lebih gagah” Pernyataan ini ada pada iklan semir rambut Clairol akan tetapi bila kita teliti lebih lanjutkan penulisan slogan tersebut secara implisit ialah memberikan kesan gagah bagi usia tua sedangkan usia sangat relatif dan terus bertambah sehingga slogan tersebut kurang baik.
3.        Diferensiasi, dalam hal ini sebelum kita menulis iklan kita harus memberikan hal yang membedakan iklan kita dengan iklan-iklan yang lainnya dan hal ini yang akan memberikan reaksi positif bagi masyarakat yang sering melihat iklan dalam kemasan yang sama bahkan sering tulisan dan omongannya sama.
4.      Asosiasi, yaitu menggabungkan atau menghubungkan slogan, merek atau karakter dan kemasan dengan pengalam-pengalam yang positif sehingga timbul adanya kekuatan dalam mengubah iklan tersebut menjadi hal yang dibutuhkan.
5.      Partisipasi, terlibatnya orang-orang yang banyak dalam membuat iklan akan meningkatkan perkenalan iklan terhadap masyarakat.
6.      Repetisi, dalam hal ini sebelum mencetak iklan tersebut harus di koreksi dan membuang kata-kata yang menurut kita terlalu banyak sehingga membuang tempat dengan sia-sia sehingga bahasa yang digunakan terlihat bagus dan tidak terlalu panjang dan enak untuk dibaca.
Unsur yang enam ini menjadi hal lain yang setelah penulisan iklan dari unsur-unsur yang ada di atas.


D.    Pembagian Iklan
Pembagian iklan
Bila kita melihat iklan yang ada di media massa baik itu Kompas dan Jawa Pos saat ini, kedua media massa tersebut membagi iklan menjadi dua macam yang mana dua-duanya memiliki perbedaan dan pengaruh  besar dalam menarik perhatian pembaca yaitu :
1.      Iklan kolom
2.      Iklan  baris[6]
Perbedaan iklan ini dapat mempengaruhi daya tarik pembaca dan ini adalah cara yang paling sering digunakan dalam sebuah iklan, akan tetapi iklan yang menggunakan kolom dan baris hanya terfokus pada gambarnya sedangkan tulisan hanya sedikit sehingga gambar yang menjadi pedoman pembaca dalam mengartikan iklan apa yang ada di media massa tersebut begitu juga iklan yang menggunakan gambar yang terlalu banyak tidak mungkin menggunakan baris dan itu yang menjadi perbedaan paling  terlihat jika di lihat dari sudut dua koran ini sedangkan iklan yang menggunakan baris biasannya digunakan untuk iklan yang kecil dan tidak menggunakan gambar walaupun ada yang menggunakan gambar tapi gambarnya dalam sekala kecil sehingga dengan beberapa baris saja iklan tersebut bisa dimengerti pembaca.
Tata bahasa yang sering digunakan iklan dalam media massa Kompas lebih menggunakan bahasa yang simpel, bagus dan efektif begitu juga gambarnya tidak terlalu banyak sehingga pembaca mudah mengerti akan tetapi satu kesalahan bahasa yang digunakan iklan yang ada di media massa Kompas yaitu bahasa yang simpel dan sangat membingungkan pembaca ambigu sehingga gambar menjadi titik acuan pembaca dalam memahami iklan yang ada, sedangkan di
Akan tetapi bila kita melihat iklan yang ada pada saat sekarang dan bagi-baginya secara garis besarnya maka kita dapat menggambarkan secara global iklan tersebut  dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.      Iklan komersial atau yang disebut dengan iklan yang diperagakan dengan gambar dan model dan iklan tersebut sering disiarkan di televisi.
2.      Iklan non komersial atau yang kita sebut iklan tertulis yang ada di media massa.
Iklan komersial adalah iklan yang disiarkan di radio atau di televisi yang mana iklan tersebut lebih terfokus kepada gambar dan gerakan yang mempromosikan apa yang diiklankan bukan kepada tulisan dan pendengar menjadi penonton bukan sebagai pembaca, dan cara ini lebih simpel dan mudah dicari karena kebanyakan masyarakat di Indonesia lebih cenderung sebagai penonton dan pendengar bukan sebagai pembaca dan responsnya lebih besar dari pada membaca, sedangkan iklan non komersial adalah iklan yang tertulis seperti undangan tender, orang hilang, lowongan kerja, duka cita dan banyak lagi macamnya dan itu semua menggunakan tulisan yang dimuat di media massa ada juga yang disebar secara individu begitu juga cara penulisannya berbeda-beda sehingga dapat dibedakan ini iklan lowongan kerja dan mana yang iklan berbentuk lowongan kerja.[7]
Dalam media massa Jawa pos ada yang perlu diperhatikan dalam penulisan iklan adalah cara unsur-unsur yang membuat pembaca malas membaca seperti tulisan yang naik turun walaupun dalam menulis harus adanya animasi yang memikat pembaca dan beberapa cara yang membuat iklan tersebut kelihatan menarik dan indah akan tetapi mereka lupa bahwa tulisan yang naik turun akan membuat pembaca membaca naik turun dan mengakibatkan efek malas membaca seharusnya sebuah iklan yang menggunakan gambar tidak perlu adanya tulisan yang bayak dan disain yang naik turun sehingga pembaca dapat mengerti dengan cepat dan tidak membingungkan, begitu juga tata cara menulis iklan yang digunakan di koran Jawa Pos sangat rapat sehingga pembaca diharuskan membaca dengan melihat dari dekat contohnya iklan diskon yang tertera di Jawa Pos 18 Juni 2012 halaman 12 yang menggunakan angka dalam font yang sangat besar sedangkan harga aslinya tidak diperlihatkan secara jelas dan ini menjadikan iklan tersebut tidak termasuk iklan yang sangat tidak efektif dan tidak menarik dan membosankan bagi pembacanya.
Sedangkan dalam iklan sendiri bahasa yang digunakan sangat banyak variasinya dari bahasa tulisan dan bahasa isyarat yaitu bahasa gambar karena bahasa sangat fleksibel dan mudah berkembangnya sedangkan di saat sekarang bahasa serapan yang sudah dibakukan menjadi bahasa Indonesia dengan ejaan yang sempurna ( EYD )  juga mempengaruhi apa yang iklankan dengan tulisannya, sedangkan iklan dimuat di media massa dibaca dan dilihat seluruh masyarakat dan tidak dipungkiri akan adanya penggunaan bahasa yang tidak baku di karenakah sedikitnya kosakata yang dimiliki masyarakat yang tidak peka dengan perkembangan bahasa Indonesia tersebut.
Bahasa mempengaruhi daya tarik yang sangat besar bagi pembaca untuk mengikuti atau membaca sebuah iklan yang disiarkan, sehingga bahasa yang baku dan benar dalam bahasa Indonesia belum tentu baik untuk digunakan dalam sebuah tulisan yang digunakan dalam iklan karena banyak bahasa Indonesia yang baku akan tetapi serapan dari bahasa asing sehingga jarang didengar masyarakat bahkan bila dituliskan banyak yang tidak mengerti apa yang maksud dari iklan tersebut akan tetapi dengan menulis dengan gaya bahasa yang bebas dan bahasa yang mengajak dan tidak terkait dengan kebakuan bahasa Indonesia akan memberikan pengaruh yang lebih besar, contohnya pada gambar yang ada di samping yang menggambarkan bahwa ada tempat sprint yang bagus dan murah meriah sehingga bersahabat dengan mahasiswa dan dengan penggunaan gambar yang sedikit dan lucu memberikan daya tarik khusus dan itu adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan iklan ini, bahasa yang digunakan sangat menarik perhatian dengan kata-kata yang sering kita dengar ” Diskon “ penataan bahasa yang tepat harus diperhatikan dalam penulisan iklan sehingga dapat menarik perhatian seluruh pelanggan akan tetapi ada juga iklan yang menggunakan bahasa yang baku akan tetapi dapat menarik perhatian pembaca.
Penulisan seperti gambar di atas biasanya digunakan dalam mempromosikan barang atau hal yang sangat berkenaan dengan kebutuhan sehari-hari, iklan di atas menggambarkan kebutuhan mahasiswa yang butuh tempat print, penjilidan dan pulsa sehingga formatnya penulisannya lebih kepada hal yang lepas dari ikatan unsur-unsur iklan yang enam di pembahasan sebelumnya dan bahasanya lebih menggunakan bahasa singkat dan tidak berulang-ulang sedangkan tempatnya tidak diberitahukan karena iklan tersebut ditempelkan di dinding tempat print itu sendiri.
Akan tetapi ada beberapa iklan yang lainnya menggunakan bahasa yang baku akan tetapi dapat menarik perhatian yang banyak sekali dari para pembaca dan iklan terebut biasanya berbentuk sayembara atau layaknya sebuah pengumuman yang berbentuk selebaran dan ditempelkan di dinding-dinding etalase pengumuman dan itu akan menjadi lebih baik di dalam penulisan, contohnya iklan yang ada di samping memberitahukan kepada mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya akan adanya seminar dan seluruh bahasa yang digunakan dalam penulisan iklan tersebut berbentuk formal atau bahasa Indonesia yang baku bentuk iklan yang seperti inilah yang sering digunakan di koran Kompas sedangkan Koran Jawa Pos sendiri menggunakan bahasa yang biasa dan lebih terkesan tidak baku akan tetapi kedua koran ini memiliki gaya bahaya tersendiri dalam menarik perhatian pembaca untuk membaca iklan yang ada di korannya.
            Bahasa yang baku adalah bahasa yang telah menjadi bahasa Indonesia baik itu bahasa serapan yang asalnya menggunakan bahasa asing begitu juga bahasa yang tempo dulu yang belum cocok dengan ejaan yang disempurnakan sehingga banyak perubahan dari bahasa yang sulit untuk dilafalkan menjadi mudah dikarenakan adanya pembakuan bahasa, dan pembakuan tersebut dimulai sejak dikukuhkannya sumpah pemuda di Indonesia yang mana pada saat itu juga bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi sebagai bahasa ibu negeri ini.
E.     Contoh-contoh iklan
Text Box: Kompas, 12 Juni 2012`           Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang ada di zaman sekarang sehingga tidak dapat membendung perkembangan tulisan dan media yang memberikan peluang sebagai wadah periklanan pada masyarakat baik itu televisi sebagai alat yang paling sering digunakan masyarakat sebagai alat informasi hingga media Internet yang dapat mengakses data dari segala penjuru dunia, sehingga seseorang dapat mengetahui perkembangan dan hal-hal yang terjadi di negeri yang lain, akan tetapi media informasi seperti media massa yaitu koran sendiri tidak kalah dengan perkembangannya zaman dan media massa lebih akrab dengan masyarakat baik itu orang awan sendiri bahakan orang perkantoran sekalipun karena perkembangan media informasi tidak dibarengi dengan perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia yang berada kurang lebih empat puluh persennya sedangkan sisanya tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi bahakan ada yang sama sekali belum pernah mengecam pendidikan.
            Banyaknya bentuk iklan yang dimuat di media massa dapat kita bagi menjadi dua seperti yang sudah di bahas di atas ketika pembagian iklan secara global yaitu :
1.      Iklan yang berbentuk kolom
2.      Iklan yang berbentuk baris
Text Box:                                                   Kompas, 16 Juni 2012Sedangkan iklan yang berbentuk kolom contohnya sepeti apa yang digambarnya di bawah ini, dalam kolom Kompas memberikan tempat untuk memuat iklan yang berbentuk kolom dan kolom tersebut menjadi pembatas tulisan iklan tersebut, bisa kita lihat penulisannya dari kepala iklannya menerangkan kesempatan menjadi penerbang Helicopter dan memberikan syarat-syarat tertentu dan dapat kita simpulkan bahwa ini iklan lowongan kerja yang bersyarat, bila kita meneliti tulisannya semuanya dicetak dengan tulisan yang baku tanpa adanya bahasa ajakan atau yang menarik perhatian pembaca akan tetapi iklan tersebut memiliki nilai yaitu sebuah pekerjaan sehingga pembaca dapat tertarik dikarenakan adanya sebuah lowongan kerja yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
Text Box: Jawa Pos, Rabu 2 Mei 2012Bahasa baku yang digunakan dalam periklanan yang ada di media massa Kompas sangat berbeda dengan media massa Jawa Pos yang menggunakan bahasa yang baku akan tetapi dapat menarik perhatian yang besar dari para pembaca, seperti gambar iklan di samping di saya dapatkan di Jawa Pos Rabu 2 Mei 2012 tepatnya dalam penulisan iklan tersebut menggunakan bahasa yang sangat sering didengar masyarakat dan mudah dipahami, iklan ini sangat jelas yang menerangkan bahwasanya ada festival Surabaya shopping yang akan diselenggarakan mulai pukul 12.00 wib di SBO Galaksi Mall dan semua tulisannya berbentuk ajakan dan tidak begitu sulit untuk dimengerti.
            Sedangkan iklan yang berbentuk baris biasanya dimuat dalam bentuk tulisan yang berjalan atau yang hanya memuat beberapa baris saja, contohnya iklan yang dimuat di layar kaca televisi sebagai penyokong sebuah acara seperti Hemafiton atau Yamaha Suzuki yang selalu muncul dalam bentuk barisan yang berjalan di layarkaca, sedangakan iklan baris yang berbentuk tulisan sangat jarang sekali setelah adanya pembuatan kolom di setiap halaman yang ada di koran tersebut bahkan bila dilihat dari media massa Kompas sama sekali tidak ada lagi penulisan iklan yang menggunakan baris.
            Bagi masyarakat koran Jawa Pos lebih disenangi dari pada koran Kompas yang sering disebut dengan koran mahasiswa sedangkan mahasiswa sendiri terkadang tidak tahu sebagian bahasa ilmiah yang digunakan di dalam iklan yang ada di koran Kompas, sedangkan koran Jawa Pos dapat kita lihat hampir 90 % warung yang ada di pinggiran jalan terkhususnya Wonocolo menyediakan koran tersebut sebagai bacaan ketika nongkrong di warung tersebut karena bahasa yang menarik dan mudah dipahami baik itu beritanya dan tulisan iklannya bahkan ada warung yang berlangganan koran Jawa Pos untuk dijadikan bahan bacaan sedangkan koran Kompas sendiri kita dapat menghitung warung yang menyediakan bacaan koran Kompas selain mahal harganya masyarakat juga kurang paham dengan bahasa yang digunakannya.
            Perbedaan yang paling gamblang dari iklan yang ada di koran Kompas dan Jawa Pos adalah gaya penulisan dan kebahasaannya, koran Kompas terkesan baku dan ilmiah sedangkan Jawa Pos sendiri terkadang menggunakan bahasa yang baku akan tetapi kebanyakannya menggunakan bahasa yang sehari-hari masyarakat dan minim menggunakan bahasa ilmiah.







BAB III
KESIMPULAN
Dari semua paparan penelitian dari kedua media massa baik itu Kompas dan Jawa Pos dapat disimpulkan bahwa karya tulis ilmiah ini memiliki empat poin yang penting untuk diulas kembali jika adanya pengambilan kesimpulan yang salah dan yang saya mengambil kesimpulan dari jawaban yang telah kita bahas dari rumusan masalah yang dijadikan acuan sebelum penulisan karya tulis ilmiah ini :
1.      Iklan secara umum diartikan sebagai wadah mempromosikan barang baik itu berbentuk niaga atau yang lainnya, sedangkan secara khususnya iklan di artikan wadah pemberitahuan yang dimuat baik itu di media massa, radio dan televisi iklan juga bisa sebagai tempat pemberitahuan baik itu orang hilang, undangan dan banyak hal lagi
2.      Iklan muncul pertama kalinya kurang lebih 3000 tahun yang lalu yang ditemukan pertama kalinya pada zaman Mesopotamia dan Babilonia Liliwenia yang dilukiskan pada tiang-tiang forum di negara Roma, sedangkan iklan pertama kali masuk ke Indonesia lebih kurang 100 tahun yang lalu dan ini dibuktikan para peneliti komunikasi dan pada saat itu iklan disebut dengan nama  ‘Pemberitahoewan’ dan iklan pertama kali terbit di surat kabar ‘Tjahaja Sijang’ yang terbit di Manado pada sejak tahun 1869.
3.      Secara garis besar dapat kita ketahui di dalam sebuah iklan bahwa unsur-unsurnya ada delapan :
1.         Adanya produk yang ditawarkan
2.         Sasaran yang jelas
3.         Adanya penanggung jawab yang jelas
4.         Bahasa yang digunakan harus menarik
5.         Ada batas berlaku
6.         Adanya slogan produk
7.         Adanya logo dan nama perusahaan
8.         Foto produk
Akan tetapi ada juga yang mengatakan unsur-unsur tersebut dibagi menjadi enam yaitu :
1.         Kemasan
2.         Slogan
3.         Diferensiasi
4.         Asosiasi
5.         Partisipasi
6.         Repetisi
4.      Pembagian iklan sendiri yang ada di media massa secara garis besarnya ada dua yaitu :
1.         Iklan kolom
2.         Iklan  baris











DAFTAR PUSTAKA
Agus S, 2008, Bagaimana Biro Iklan Memproduksikan Iklan, Jakarta : Gramedia Pustaka
Bungin, Burhan, 2008, Konstruksi Sosial Media Massa, Jakarta : Fajar Interpratama Offset
Jamaluddin dan Yosal, 1994, Komunikasi Persuasif , Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Kasali, Rhenald. 1996, Menejemen Peririklanan: Konsep dan Aplikasinya di Indoneisa, Jakarta : Gramedia
Kusmayadi, Ismail dkk, 2008, Be Smart Bahasa Indonesia IX SMP/MTS, Jakarta : Grafindo Pertama
Persatuan Perikalan Indonesia, 2003, Cakap Kecap, Yogyakarta: Galang Printika
Suhandang, Kustadi, 2005, Periklanan Manajemen, kiat dan Strategi, Bandung : Penerbit Nuansa
Yustinah dan Ahmad Iskak, 2008, Bahasa Indonesia Tataran Unggul untuk SMK dan MAK kelas XXI,  Penerbit Erlangga  



[1] . Persatuan Perikalan Indonesia, Cakap Kecap, (Galang Printika: Yogyakarta 2003), hlm. 71
[2] . Kustadi Suhandang, Periklanan Manajemen, kiat dan Strategi, ( Penerbit Nuansa : Bandung, 2005 ),  hlm. 15
[3] . Burhan Bungin, Konstruksi Sosial Media Massa, ( Fajar Interpratama Offset : Jakarta, 2008 ), hlm. 74
[4] . Yustinah dan Ahmad Iskak, Bahasa Indonesia Tataran Unggul untuk SMK dan MAK kelas XXI, ( Penerbit Erlangga : 2008), hlm. 36
[5] .Jamaluddin dan Yosal, Komunikasi Persuasif , ( PT Remaja Rosdakarya : Bandung, 1994 ), hlm.140-143
[6] . Ismail Kusmayadi dkk, Be Smart Bahasa Indonesia IX SMP/MTS, ( Grafindo Pertama : jakarta, 2008 ), hlm. 35
[7] . Agus S, Bagaimana Biro Iklan Memproduksikan Iklan, ( Gramedia Pustaka : Jakarta, 2008 ), hlm. 17

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

semua yang ada di blog ini hanya sebuah ungkapan dari apa yang terjadi di dunia sekarang ini